January 25, 2013

The Perks of Being a Wallflower - Teenager Romance Story


Romansa tentang cinta saat remaja itu indah, cinta akan setiap lawan jenis, teman, dan keluarga, bisa dirasakan disaat SMA. The Perks of Being a Wallflower adalah suatu kisah remaja yang mungkin bisa dikatakan hampir cocok dengan kata The Great World of Teenager walaupun dipenuhi dengan selingan masalah-masalah hidup yang harus dijalani. 3.75/5, that's good isn't it? Let's check it out.


The Perks of Being a Wallflower berdasarkan buku dari Stephen Chbosky yang bercerita tentang seorang anak baru di SMA yang bernama Charlie (Logan Lerman), masuk dalam keadaan yang sedang terpukul, kehilangan orang yang paling Ia cintai, dan itu berubah setelah ia bertemu dengan Patrick (Ezra Miller) dan adiknya Sam (Emma Watson) yang membawanya ke kehidupan remaja yang menyenangkan juga liar. 

“So, this is my life. And I want you to know that I am both happy and sad and I’m still trying to figure out how that could be.”

 


Sebenarnya, nothing much to say tentang film ini. apalagi yang sudah membaca bukunya. Kehidupan seorang remaja yang tak populer, lalu bergaul dengan orang-orang yang populer kemudian menjadi liar, itu merupakan cerita yang sedikit, Old School, tapi, tidak untuk The Perks of Being a Wallflower. Cerita dari film ini bisa dikatakan sangat menyentuh dan dekat dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin tidak untuk semua orang, tapi bagi orang-orang yang telah mengalami hal, seperti, kehilangan seseorang yang dicintai, lalu mencoba melupakannya dengan hidup bersama teman-teman. It's will be so closer to you.

Dengan alur yang tidak terlalu lambat juga tidak terlalu cepat, seakan cerita ini membawa penonton untuk masuk kedalam hidup seorang Charlie, di kehidupan yang suram dalam bayang-bayang seseorang yang dicintai. Memang tidak seperti yang diharapkan, tapi film ini juga menceritakan arti hidup, jati diri, dan persahabatan yang erat itu seperti apa. I can make sure, bagi kalian yang pernah mengalaminya, you won't go out of your seat in the Theatres. Tentang Romance, bisa dikatakan film ini lumayan baik untuk menampilkan cerita cinta yang biasa kita katakan Cinta Monyet kedalam sebuah layar bioskop, and that's nice.


Lalu, bercerita tentang cast, Logan Lerman bisa dikatakan lumayan perfect memainkan seseorang bocah lugu yang baru masuk kedalam lingkungan SMA dan memiliki sebuah tekanan hidup yang berat. Mimik wajahnya memiliki ciri khas sendiri tentang seorang Nerd yang nggak terlalu seperti seorang Nerd sebagai mana mestinya. Bisa dikatakan, Cool Probie. Ditambah dengan peran Emma Watson yang selalu tampil memukau, memikat dan natural sebagai seorang remaja, acting yang baik dari sicantik Hermione selalu saja dapat mendampingi pemeran utamanya, beralih ke Ezra Miller, dengan karakter yang seperti itu, Ezra, you will be the best! Yeah, of course you will, karena Ezra Miller berbakat, dan seperti sangat menghayati perannya, tidak terlalu muluk-muluk dan benar-benar masuk kedalam seorang Patrick yang berkepribadian lain dan tidak terduga.


Tetapi, dibalik itu semua, tapi ini terkadang, film ini berasa sangat cepat, sedikit agak menghambur-hamburkan waktu, tetapi selalu enak untuk diikuti dan merasa dekat dihati bagi yang pernah mengalami. 

Overall, It's nice story about teenager who grow up with some terrible problem in his life, and come into a wild teenager world that lead him into a big journey and meaning of his life. Happy watching.

5 comments:

Luthfi Prasetya Putra said...

Gue suka sama film ini. Walaupun bermula layaknya film-film remaja biasa. The Perks of Being Wallflower dengan cepat berubah menjadi film yang hangat, sensitif, dan dekat di hati. Diwarnai dengan musik dan scene yang indah, membuat film ini luar biasa :)

Anonymous said...

saya masih bingung dengan bibi Hellen. apa yang dilakukan bibi Hellen kepada charlie sehingga charlie bisa masuk ke rumah sakit?

Erlita Ayu Kusumaningrum said...

Ada yg bilang si bibi melakulan perbuatan tercela pd ponakannya sendiri (charlie), harusnya sbg org yg lbh tua melindungi anak2 yg msh kecil bkn sebaliknya, u know lah, sulit bwt 2 the point, yg jelas jahat bgt itu bibinya, liat bag pas charlie kiss sam and sam pegang pahanya si charlie, trz charlie ky flashback ke masa kecilnya ama bibinya, liat jg pas si sam pergi ninggalin charlie trz charlie stress, dia jd stress berat krn kenangan kelam masa kecil muncul lg sampe bwt dy masuk ke rumah sakit, endingnya dokter ama ortunya jd tau perbuatan tercela si bibi ama charlie pas msh kecil, jd mereka ngeh knp charlie susah bersosialisasi apalagi ama cewe..

Dreamates said...

Logan Lergam cute ya... Tpi aku lebih suka aktingnya di Percy Jackson. But jangan khawatir bagi yg suka film ini. Aku bukan haters film ini kok. Justru aku jadi sadar apa itu hidup yang sebenarnya ketika nonton ini. Like it.

MuhRiz Official said...

Erlita Ayu Kusumaningrum : ternyata di film ini ada twistnya juga, keren,