May 7, 2014

The Amazing Spider-Man 2 : A Superhero Romance-Action Story

Spider-Man merupakan salah satu karakter Marvel Heroes yang memiliki jutaan fans diseluruh belahan dunia. Setelah The Amazing Spider-Man reboot sukses 2 tahun silam, SONY kemudian juga menetapkan sequel filmnya untuk beberapa tahun mendatang.



Dalam The Amazing Spider-Man 2, Peter Parker harus menghadapi pertarungan terbesarnya yang akan segera dimulai. Peter Parker (Andrew Garfield) sangat menikmati alterego-nya sebagai Spider-Man, berayun diantara gedung-gedung pecakar langit, dikenal sebagai seorang Pahlawan, dan menikmati waktunya bersama sang kekasih, Gwen (Emma Stone). Namun menjadi Spider-Man bukanlah tanpa beban. Ia harus melindungi seluruh warga New York dari kejahatan yang mengancam Kota. Saat akhirnya New York diserang oleh seorang 'manusia listrik' bernama Electro (Jamie Foxx), Peter harus menghadapi kekuatan Electro yang jauh lebih hebat darinya. Masalah Peter semakin bertambah ketika teman lama-nya, Harry Osborn (Dane DeHaan), kembali kedalam kehidupannya. Peter akhirnya menyadari bahwa seluruh musuh yang menyerangnya terhubung pada satu kesamaan, yakni: Oscorp.

Setelah beberapa perubahan yang terjadi terhadap cerita superhero yang satu ini, seperti ditukarnya screenwriter untuk The Amazing Spider-Man 2, kostum yang dirancang ulang untuk berbeda dari yang pertama, dan dicoretnya role dari Mary Jane di dalam film ini, The Amazing Spider-Man 2 dirilis secara serentak pada 30 April 2014 lalu. Dengan hype yang bisa dikatakan gila-gilaan, hingga ditambahnya studio bioskop untuk film ini, menandakan bahwa The Amazing Spider-Man dengan kesan pahlawan super laba-labanya yang berbeda dari Tobey Maguire, dengan pesona charmingnya Andrew Garfield, sukses menarik peminat di negara ini.

Dibuka dengan awesome opening scene yang akan lebih menakjubkan lagi jika kalian menontonnya dalam format IMAX, dari suatu segi, Marc Webb berhasil membuat opening scene dari film Spider-Man yang amazing dan super keren, and that was a good start. Tata kota New York dalam cinematography Marc Webb sangat mengaggumkan, menjadikan pengalaman menonton dalam format 3D lebih menyenangkan. Plus, adegan action yang sangat fantastis ditaburi efek pop-out menambahkan daya tarik yang memorable terhadap scene-scene penting yang ada di film ini. Dan jika kalian tahu, The Amazing Spider-Man kali ini di shoot sepenuhnya berlatar kota New York dalam seluruh set-nya, dan menjadikannya film terbesar yang di shoot sepenuhnya di New York City yang pernah ada.

Well, in my thought, this time, Spidey-movie wasn't fully as a superhero vs villain movie afterall. Romance, memang bakalan selalu ada disetiap film, bahkan film-film tentang superhero, dan The Amazing Spider-Man 2 kali ini, sepertinya lebih mengedepakankan unsur intimistik antara hubungan Peter Parker dan Gwen Stacy. It is, that romance story going well, cerita tentang romance ini 85% dapat dikatakan sebagai titik paling baik di dalam film ini.

Kekentalan romansa antara Gwen dan Peter Parker yang berada di dalam dilema untuk meninggalkan Gwen karena pesan ayahnya dan untuk menjauhkan dirinya dari hal-hal yang berbahaya, atau tetap bersama Gwen, jauh memorable dari pada The Amazing Spider-Man yang pertama. Dan belakangan ini, banyak sutradara-sutradara hollywood yang membuat ending dramatis dan berusaha untuk membuat penonton menumpahkan air matanya, and that is pretty works, but I'm pretty bored. Final ending yang disusun untuk melanjutkan kepada sequel berikutnya, dirangkai dengan rahasia dibalik meninggalnya Richard Parker, ayahnya, yang menjadikan film The Amazing Spider-Man 2 ini merupakan film, dalam opini saya, adalah film 'Spider-Man numpang lewat' untuk melanjutkan kepada sequelnya, serta menyiap-nyiapkan diri untuk membuat spin-offnya, yaitu Sinister Six dan Venom.

Salah satu bukti lagi, adalah minimnya action yang mendukung kuat karakter ini, bahkan karakter Electro, tidak terlalu digali sampai dalam dan dijadikan seperti 'a distraction', worthless and unmemorable. Karakternya tidak sampai naik kepuncak sebagai villain yang mendominasi layar, bahkan Harry Osborn memiliki peran yang sedikit disini. Setidaknya, kehidupan Harry Osborn masih tetap bisa di tolerir karena main villain dalam film ini adalah Electro. Filmnya menjadi sebuah kehidupan biasa dari seorang Peter Parker yang mencari-cari harapan dan pencarian akan jati dirinya.

Bahkan, jika bukan karena kesuksesan Andrew Garfield dan Emma Stone yang saling mengimbangi untuk menjadikan cerita cinta-action remaja, dengan charming Andrew Garfield, dan ke-adorable-an Emma Stone, dan kecerdasan Andrew Garfield menjadikan seorang Spider-Man yang super gaul dan super bersemangat serta berasa humoris, mungkin, I'll got bored and thought this is the weirdest superhero movie of all time. Bahkan dengan peran Dane DeHaan yang kurang bisa menjadi seorang Harry Osborne yang smart-and-rich-popular-person made this thing seems wrong. Okay, tapi, Jamie Foxx sebagai Electro dapat dijadikan sentuhan ajaib yang lumayan menghidupi cahaya-cahaya terang The Amazing Spider-Man 2. I like when he's a human. He's light up Max character and being a bad-careless villain.

First, I don't read the comic, so I just write this review just from my opinion of the movie, and overall, don't put your expectation too high but comfort your seat and enjoying the ride, oh yeah, don't forget to use your 3D glasses, and happy swinging! - 2.75/5

5 comments:

Nugros C said...

Kecewa sama reboot ini, kaya asal2an...ga ada yg groundbreaking.

Thx God, Andrew and Emma bisa lepas dari jerat ni franchise, they deserved better.

Rahmat Syah said...

Tapi tetap, chemistrynya mereka luar biasa kok. Nilai plus banget.

Nugros C said...

Yup itu satu2nya kelebihan Spiderman reboot ^^
And yeah sedikit banyak ngeBuzz profile Garfield lebih terkenal

Btw, tuker link bro?

Rahmat Syah said...

Yap, bener banget. Sure, boleh bro :D

Nugros C said...

Sudah ane pasang ya bro...link anda

*ayolah review2 lagi... ^^